Minggu, 05 Oktober 2014

Rahasia Dibalik Pelaksanaan Dua Sujud Dalam Shalat


Zainiey Pemecah Rekor
2 oktober 2014

Dengan salam ta,dim sama para kiyai
asslamualaikum. ............... ...ad sesuatu yg
myuskil sma sy kiai knapa dalam sholat
rukuk hx 1 sdngkan sujud 2
minta,wwasan yg luas pak kyai..........w slam


===============


JAWABAN

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

Puji dan syukur lillahi akbar atas nikmatNya kecil dan besar. Shalawat akmal beserta salam diatas Nabi pelita alam dan atas keluarga Nabi Fathimah, Hasan, Husein dan Ali juga keturunan Hasan dan Husein hingga kiamat beserta Al-Qur’an. Sebelum segala sesuatu tercipta, Allah menciptakan cahaya Nabi. Allah ciptakan dari cahaya (nur) Nabi Muhammad kekasihNya dan segenap para Nabi juga diciptakan dari cahaya Nabi demikian pula arsy dan kursi lauch mahfudz, qolam, surga, bidadari, langit, bumi, bulan dan bintang juga matahari yang sangat terang dan mahluk-mahluk lainNya Robbi juga berasal mula dari cahaya Nabi. Jika tak karna wujudnya Nabi tak ada surga dan bidadari, tak ada arsy, lauch mahfudz dan qolam. Tak ada kursi, tak ada alam, tak ada dunia, langit dan bumi tidak juga bulan, bintang dan matahari. Tak ada malam, tak ada siang. Tak ada gelap tak ada terang. Tak ada manusia dan hewan.Tak ada emas, perak, intan, berlian. Semua itu Allah siapkan kerana Nabi akan dilahirkan. Dan dilahirkannya Nabi karena rahmat bagi seluruh alam dan umat.
Adakah alasan kenapa ruku’ didalam shalat hanya dilakukan satu kali sedang sujud dilakukan dua kali menurut perspektif Fiqh? Pertanyaan inilah yang disampaikan oleh sahabat fillah Zainiey Pemecah Rekor yang masuk kedalam redaksi segenap anggauta musyawirin MTTM. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatnya.

Maka dalam menanggapi pertanyaan yang disampaikan oleh sahabat fillah Zainiey Pemecah Rekor tersebut diatas berdasar literatur yang terdapat didalam kitab-kitab klasik mu’tabar yang kami jadikan sebagai referensi, kami segenap anggauta musyawirin MTTM memiliki pandangan dan kesimpulan sebagai berikut:

Ruku’ dan sujud merupakan rukun didalam shalat yang mana keduanya memiliki perbedaan yang mendasar baik dari timing (waktu pelaksanaan), cara dan bilangannya. Ruku’ dilaksanakan hanya satu kali sedang sujud dilaksanakan dua kali dalam setiap raka’at karena sujud merupakan puncak kerendahan hati seorang hamba atas tuhannya yang tersirat dengan meletakkan anggauta tubuh yang paling mulia (kepala) sejajar dengan telapak kaki. Ketika seorang hamba melaksanakan sujud dalam shalat, maka pada saat itulah orang tersebut telah sampai pada puncak kehambaan seorang manusia kepada tuhannya. Imam Al-Syaikh Ibrahim Al-Bajuri menambahkan bahwa ketika seorang hamba melaksanakan sujud, maka orang tersebut telah menghinakan syetan yang telah menentang perintah Allah subhanahu wa ta’ala untuk sujud kepada nabi Adam dan pada saat itu pula syetan beranjak pergi dengan berlinang air mata seraya berkata “Celakalah aku karena manusia telah melaksanakan perintah Allah dengan melaksanakan sujud, maka baginya surga. Sedang aku membangkang perintah Allah dan tidak mau melaksanakan sujud, maka bagiku neraka”. Imam Al-Syaikh Ibrahim Al-Bajuri juga menegaskan bahwa sujud adalah moment terdekat antara hamba dan tuhannya.

Wallahu a’alam bis shawab.



Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz @ Imam Al-Bukhori:

وانما كرر السجود دون غيره من الاركان لما فيه من زيادة التواضع بوضع اشرف الاعضاء على مواطئ الاقدام ولهذا كان افضل من الركوع ولما فيه من ارغام الشيطان واذلاله حيث لم يسجد لادم وأمر ابن ادم بالسجود فسجد مرتين ولذالك ورد انه اذا سجد العبد اعتزل الشيطان يبكى ويقول ياويلى أمر ابن ادم بالسجود فسجد فله الجنة وأمرت بالسجود فلم أسجد فلى النار ولما فيهمن شدة القرب بين العبد وربه كما ورد أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد وقال بعضهم الحكمة في كون السجود مرتين أن الركوع فيه دعوى العبودية والسجدتين كالشاهدين عليها.....
الباجورى ج ١ / ص١٥٣


Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz @ Samsul Arifin:

ﻭﻗﺎﻝ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - «ﻭﺃﻣﺎ اﻟﺴﺠﻮﺩ: ﻓﺄﻛﺜﺮﻭا ﻓﻴﻪ ﻣﻦ اﻟﺪﻋﺎء، ﻓﻘﻤﻦ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﺠﺎﺏ ﻟﻜﻢ» ﺭﻭاﻩ ﻣﺴﻠﻢ ﻭﻣﻌﻨﻰ " ﻗﻤﻦ " ﺣﻘﻴﻖ ﻭﺟﺪﻳﺮ، (ﺛﻢ ﻳﺴﺠﺪ) اﻟﺴﺠﺪﺓ (اﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ﻛﺎﻷﻭﻟﻰ) ﻓﻴﻤﺎ ﺗﻘﺪﻡ ﻣﻦ اﻟﺘﻜﺒﻴﺮ ﻭاﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻭاﻟﻬﻴﺌﺔ.
ﻷﻥ اﻟﻨﺒﻲ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻛﺎﻥ ﻳﻔﻌﻞ ﺫﻟﻚ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺷﺮﻉ ﺗﻜﺮاﺭ اﻟﺴﺠﻮﺩ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺭﻛﻌﺔ ﺩﻭﻥ ﻏﻴﺮﻩ ﻷﻥ اﻟﺴﺠﻮﺩ ﺃﺑﻠﻎ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ اﻟﺘﻮاﺿﻊ، ﻷﻥ اﻟﻤﺼﻠﻲ ﻟﻤﺎ ﺗﺮﻗﻰ ﻓﻲ اﻟﺨﺪﻣﺔ، ﺑﺄﻥ ﻗﺎﻡ، ﺛﻢ ﺭﻛﻊ، ﺛﻢ ﺳﺠﺪ، ﻓﻘﺪ ﺃﺗﻰ ﺑﻐﺎﻳﺔ اﻟﺨﺪﻣﺔ، ﺛﻢ ﺃﺫﻥ ﻟﻪ ﻓﻲ اﻟﺠﻠﻮﺱ ﻓﻲ ﺧﺪﻣﺔ اﻟﻤﻌﺒﻮﺩ، ﻓﺴﺠﺪ ﺛﺎﻧﻴﺎ ﺷﻜﺮا ﻋﻠﻰ اﺧﺘﺼﺎﺻﻪ ﺇﻳﺎﻩ ﺑﺎﻟﺨﺪﻣﺔ ﻭﻋﻠﻰ اﺳﺘﺨﻼﺻﻪ ﻣﻦ ﻏﻮاﻳﺔ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﻋﺒﺎﺩﺓ اﻟﺮﺣﻤﻦ (ﺛﻢ ﻳﺮﻓﻊ ﺭﺃﺳﻪ ﻣﻜﺒﺮا) ﻷﻧﻪ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻛﺎﻥ ﻳﻜﺒﺮ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺧﻔﺾ ﻭﺭﻓﻊ (ﻗﺎﺋﻤﺎ ﻋﻠﻰ ﺻﺪﻭﺭ ﻗﺪﻣﻴﻪ، ﻣﻌﺘﻤﺪا ﻋﻠﻰ ﺭﻛﺒﺘﻴﻪ ﺑﻴﺪﻳﻪ) ﻧﺺ ﻋﻠﻴﻪ ﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭاﺋﻞ ﺑﻦ ﺣﺠﺮ.
ﻛﺸﺎﻑ ﺍﻟﻘﻨﺎﻉ 354/1


Dasar pengambilan (3) oleh Al-Ustadz @ Samsul Arifin:

ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺷﺮﻉ ﺗﻜﺮاﺭ اﻟﺴﺠﻮﺩ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺭﻛﻌﺔ، ﺩﻭﻥ ﻏﻴﺮﻩ، ﻷﻧﻪ ﺃﺑﻠﻎ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ اﻟﺘﻮاﺿﻊ، ﻭﺃﻓﻀﻞ ﺃﺭﻛﺎﻧﻬﺎ اﻟﻔﻌﻠﻴﺔ، ﻭﺳﺮﻫﺎ اﻟﺬﻱ ﺷﺮﻋﺖ ﻷﺟﻠﻪ، ﻭﺧﺎﺗﻤﺘﻬﺎ ﻭﻏﺎﻳﺘﻬﺎ، ﻓﻜﺎﻥ ﺗﻜﺮﺭﻩ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺗﻜﺮﺭ ﺳﺎﺋﺮ اﻷﺭﻛﺎﻥ، ﻭﻻﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﻣﺮﻓﻮﻋﺎ، «ﺇﺫا ﻗﺎﻡ اﻟﻌﺒﺪ ﻳﺼﻠﻲ ﺃﺗﻰ ﺑﺬﻧﻮﺑﻪ ﻓﻮﺿﻌﺖ ﻋﻠﻰ ﺭﺃﺳﻪ ﺃﻭ ﻋﻠﻰ ﻋﺎﺗﻘﻪ ﻓﻜﻠﻤﺎ ﺭﻛﻊ ﺃﻭ ﺳﺠﺪ ﺗﺴﺎﻗﻄﺖ ﻋﻨﻪ»
ﺣﺎﺷﻴﺔ ﺭﻭض ﺍﻟﻤﺮﺑﻊ - 2 – 59

===============

Referensi Kitab:
1. Al-Bajuri. Juz: 1. Hal. 153
2. Kisyaf Al-Qina’. Juz: 1. Hal. 354 (Fiqh Hambali)
3. Chasyiyah Radloh Al-Murobba’. Juz: 2. Hal. 59 (Fiqh Hambali)




MUSYAWWIRIN :
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)


PENELITI :
1) Al_Ustadz Brojol Gemblung
2) Al_Ustadz Wesqie
3) Al_Ustadz Guslik An-Namiri
4) Al_Ustadz Ro Fie
5) Al_Ustadz Sunde Pati
6) Al_Ustadz Imam Al-Bukhori
7) Al_Ustadz Abdulloh Salam


PERUMUS: Ibnu Malik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar