Diceritakan:
Pada suatu saat Rasulullah berada disekitar ka'bah. Tiba-tiba Rasulullah melihat seorang laki-laki berkebangsaan arab pedesaan (a'robi) berada disekitar ka'bah dengan wajah penuh beban dan kesedihan. Ditempat itu Ðɪ̣̝̇ª merintih seraya berucap "Ya Karim...". Melihat itu, Rasulullah mengikutinya dan mengucapkan hal yang sama "Ya Karim...". Merasa ada yang mengikuti, laki-laki tersebut beranjak ketempat lain dan ditempat itu, lagi-lagi Ðɪ̣̝̇ª merintih dan mengucapkan "Ya Karim...". Rasulullah pun mengikutinya lagi dan melafadzkan hal yang sama " Ya Karim...". Merasa diikuti lagi, laki-laki tersebut beranjak kearah Hajar Aswad. Disana, lagi-lagi Ðɪ̣̝̇ª merintih " Ya Karim...". Dan lagi-lagi Rasulullah mengikuti dan melafadzkan hal yang sama " Ya Karim...".
Merasa terus diikuti, laki-laki tersebut menoleh lalu berkata "kenapa engkau mengikutiku?, Apakah engkau sengaja memperolokku karena aku orang desa yang tidak memiliki penampilan sebaik penampilan kamu?, kalau bukan karena ketampanan dan kegagahanmu, aku pasti adukan kamu kepada kekasihku Muhammad. Rasulullah menjawab "Apa yang membuatmu bersedih?. Laki-laki itu menjawab "Aku rindu pada kekasihku Muhammad. Kemudian Rasulullah bertanya "Apakah engkau mengenal kekasihmu Muhammad?". Ðɪ̣̝̇ª pun menjawab, "Demi Allah aku belum pernah mengenal kekasihku Muhammad tapi aku beriman kepadanya, berulang kali aku ke Mekkah tapi aku tidak pernah bertemu dengan kekasihku Muhammad, sungguh aku merindukannya". Kemudian Rasulullah berkata "Akulah kekasihmu, akulah Muhammad".
Mendengar hal itu, laki-laki itu gemetar dan terjerembab dihadapan Rasulullah. Kemudian Rasulullah merengkuh laki-laki tersebut kedalam pelukannya dan laki-laki itu menciumi Rasulullah seraya berkata "Aku sangat merindukanmu wahai kekasihku, bapak ibuku sebagai tebusannya". Pada saat itulah malaikat Jibril turun lalu berkata kepada Rasulullah "Wahai kekasih Allah, Allah titip salam kepadamu dan Allah memerintahkanmu untuk berkata kepada laki-laki dihadapanmu, "Wahai orang desa (a'robi), apakah engkau telah Τ̲̣̣ªǙ bahwa kelak Allah akan menghisabmu?". Rasulullah pun melaksanakan perintah Allah dan menanyakan hal itu kepada laki-laki tersebut. Lalu Ðɪ̣̝̇ª menjawab, "Demi Allah wahai kekasihku Muhammad, jika Allah kelak menghisab aku, maka aku juga akan menghisabNya (Allah). Mendengar itu, Rasulullah tersenyum dan berkata, "Bagaimana engkau akan menghisab tuhanmu?. Laki-laki itupun menjawab, "Jika Allah menghisab dosa-dosaku, maka aku akan menghisab maghfiroh dan ampunanNya, jika Allah menghisab keteledoranku, maka aku akan menghisab kasih sayang dan kebijakanNya". Mendengar jawaban laki-laki tersebut, malaikat Jibril turun dan berkata, "Wahai kekasih Allah, katakan pada laki-laki tersebut, "jangan menghisab Allah karna Allah tidak akan menghisabnya".
Subhanallah......
Pada suatu saat Rasulullah berada disekitar ka'bah. Tiba-tiba Rasulullah melihat seorang laki-laki berkebangsaan arab pedesaan (a'robi) berada disekitar ka'bah dengan wajah penuh beban dan kesedihan. Ditempat itu Ðɪ̣̝̇ª merintih seraya berucap "Ya Karim...". Melihat itu, Rasulullah mengikutinya dan mengucapkan hal yang sama "Ya Karim...". Merasa ada yang mengikuti, laki-laki tersebut beranjak ketempat lain dan ditempat itu, lagi-lagi Ðɪ̣̝̇ª merintih dan mengucapkan "Ya Karim...". Rasulullah pun mengikutinya lagi dan melafadzkan hal yang sama " Ya Karim...". Merasa diikuti lagi, laki-laki tersebut beranjak kearah Hajar Aswad. Disana, lagi-lagi Ðɪ̣̝̇ª merintih " Ya Karim...". Dan lagi-lagi Rasulullah mengikuti dan melafadzkan hal yang sama " Ya Karim...".
Merasa terus diikuti, laki-laki tersebut menoleh lalu berkata "kenapa engkau mengikutiku?, Apakah engkau sengaja memperolokku karena aku orang desa yang tidak memiliki penampilan sebaik penampilan kamu?, kalau bukan karena ketampanan dan kegagahanmu, aku pasti adukan kamu kepada kekasihku Muhammad. Rasulullah menjawab "Apa yang membuatmu bersedih?. Laki-laki itu menjawab "Aku rindu pada kekasihku Muhammad. Kemudian Rasulullah bertanya "Apakah engkau mengenal kekasihmu Muhammad?". Ðɪ̣̝̇ª pun menjawab, "Demi Allah aku belum pernah mengenal kekasihku Muhammad tapi aku beriman kepadanya, berulang kali aku ke Mekkah tapi aku tidak pernah bertemu dengan kekasihku Muhammad, sungguh aku merindukannya". Kemudian Rasulullah berkata "Akulah kekasihmu, akulah Muhammad".
Mendengar hal itu, laki-laki itu gemetar dan terjerembab dihadapan Rasulullah. Kemudian Rasulullah merengkuh laki-laki tersebut kedalam pelukannya dan laki-laki itu menciumi Rasulullah seraya berkata "Aku sangat merindukanmu wahai kekasihku, bapak ibuku sebagai tebusannya". Pada saat itulah malaikat Jibril turun lalu berkata kepada Rasulullah "Wahai kekasih Allah, Allah titip salam kepadamu dan Allah memerintahkanmu untuk berkata kepada laki-laki dihadapanmu, "Wahai orang desa (a'robi), apakah engkau telah Τ̲̣̣ªǙ bahwa kelak Allah akan menghisabmu?". Rasulullah pun melaksanakan perintah Allah dan menanyakan hal itu kepada laki-laki tersebut. Lalu Ðɪ̣̝̇ª menjawab, "Demi Allah wahai kekasihku Muhammad, jika Allah kelak menghisab aku, maka aku juga akan menghisabNya (Allah). Mendengar itu, Rasulullah tersenyum dan berkata, "Bagaimana engkau akan menghisab tuhanmu?. Laki-laki itupun menjawab, "Jika Allah menghisab dosa-dosaku, maka aku akan menghisab maghfiroh dan ampunanNya, jika Allah menghisab keteledoranku, maka aku akan menghisab kasih sayang dan kebijakanNya". Mendengar jawaban laki-laki tersebut, malaikat Jibril turun dan berkata, "Wahai kekasih Allah, katakan pada laki-laki tersebut, "jangan menghisab Allah karna Allah tidak akan menghisabnya".
Subhanallah......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar