Syafii K-link
2014. 8 Juni pukul 11:35 •
Assalamu alaikum ust.
Pertanyaan titipan.!
Sholat yang bagaimana yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar, dan bagaimana memahami sholat untuk implementasi dalam kehidupan ini serta kitab atau buku apa yang saya baca untuk memahami penjelasan ini. Terima kasih. Was salam.!
===============
Jawaban:
Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh. Menanggapi pertanyaan saudara Syafii K-Link yang telah diutarakan diatas kami menjawab sebagai dibawah ini:
Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa sholat adalah ibadah yang diawali dengan takbir dan ditutup dengan salam. Shalat adalah rukun Islam yang sangat ditekankan setelah dua kalimat syahadat. Di antara manfaat shalat adalah dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Namun benarkah hal itu?
Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45).
Yang dimaksud Perbuatan fahisyah pada ayat diatas adalah perbuatan tercela baik dalam bentuk perbuatan atau ucapan. Sedangkan yang di maksud munkar adalah perbuatan yang bertentangan dengan syari'at dan akal sehat (lihat tafsir al_Baghowi. Juz 6. Hal: 244, tafsir al_Wasith. Juz 1. Hal: 331). Imam Jamal didalam tafsir al_Wasith berkata; Shalat bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar sebab sholat merupakan tempat bermunajah kepada Allah yang menuntut totalitas keta'atan serta berpaling dari segala bentuk kema'siatan. Sholat bukan hanya sekedar upacara keagamaan (ritual) atau gerakan-gerakan yang bersifat mekanis (amal) yang sesuai syarat dan rukunnya (ilmu), sebagaimana robot yang sesuai dengan programnya. Imam Ibnu Mas'ud berkata: “Barangsiapa yang melaksanakan shalat, lantas shalat tersebut tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia hanya akan semakin menjauh dari Allah".
Kemudian seperti yang dipertanyakan oleh akhina Syafii K-link:
Sholat yang bagaimana yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar? Kami segenap anggauta musyawirin MTTM memiliki pandangan dan kesimpulan berdasar literatur yang kami jadikan sebagai referensi bahwa sholat yang bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar adalah sholat yang dilakukan dalam bentuk sesempurna mungkin. Perlu diketahui bahwa didalam sholat terdapat pekerjaan yang bersifat dhohir (jelas) dan bersifat batin sedang sholat itu tidak ada nilainya bagi Allah sehingga hal-hal yang bersifat dhohir dan batin yang terdapat didalam sholat dilaksanakan sebaik mungkin. Adapun hal yang bersifat dhohir didalam sholat yaitu rukun-rukun sholat serta etika didalam sholat seperti berdiri, bacaan didalam sholat, ruku', sujud, tasbih dan lain-lain. Sedangkan hal yang bersifat batin didalam sholat yaitu menghadap kehadirat Allah dengan niat yang ihlas (semata-mata karena Allah) serta dengan segenap hati dan fikiran juga beretika denga etika munajah (menghadap) kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Wallahu a'lam bisshowab.
Dasar Pengambilan (1). Oleh @ Al_Ustadz PrEman Berr Tassbíihh:
Dasar Pengambilan (2). Oleh @ Ibnu Malik:
Dasar Pengambilan (3). Oleh @ Ibnu Malik:
Referensi Kitab:
(1). Tafsir Asshowi juz 3. Hal: 179
(2). Risalatul Mu’awanah. Hal: 7
(3). Attashil Liulumit Tanzil Ibnu Juzi. Juz 1. Hal: 134
===============
MUSYAWWIRIN :
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
PENELITI :
1) Ustadz Brojol Gemblung
2) Ustadz Wesqie
3) Ustadz Abdulloh salam
4) Ustadz Mazz Rofii
5) Ustadz Sunde Pati
PERUMUS: Ibnu Malik
Assalamu alaikum ust.
Pertanyaan titipan.!
Sholat yang bagaimana yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar, dan bagaimana memahami sholat untuk implementasi dalam kehidupan ini serta kitab atau buku apa yang saya baca untuk memahami penjelasan ini. Terima kasih. Was salam.!
===============
Jawaban:
Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh. Menanggapi pertanyaan saudara Syafii K-Link yang telah diutarakan diatas kami menjawab sebagai dibawah ini:
Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa sholat adalah ibadah yang diawali dengan takbir dan ditutup dengan salam. Shalat adalah rukun Islam yang sangat ditekankan setelah dua kalimat syahadat. Di antara manfaat shalat adalah dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Namun benarkah hal itu?
Allah Ta’ala berfirman:
ان الصلاة تنهى عن الفخشاء والمنكر
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45).
Yang dimaksud Perbuatan fahisyah pada ayat diatas adalah perbuatan tercela baik dalam bentuk perbuatan atau ucapan. Sedangkan yang di maksud munkar adalah perbuatan yang bertentangan dengan syari'at dan akal sehat (lihat tafsir al_Baghowi. Juz 6. Hal: 244, tafsir al_Wasith. Juz 1. Hal: 331). Imam Jamal didalam tafsir al_Wasith berkata; Shalat bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar sebab sholat merupakan tempat bermunajah kepada Allah yang menuntut totalitas keta'atan serta berpaling dari segala bentuk kema'siatan. Sholat bukan hanya sekedar upacara keagamaan (ritual) atau gerakan-gerakan yang bersifat mekanis (amal) yang sesuai syarat dan rukunnya (ilmu), sebagaimana robot yang sesuai dengan programnya. Imam Ibnu Mas'ud berkata: “Barangsiapa yang melaksanakan shalat, lantas shalat tersebut tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia hanya akan semakin menjauh dari Allah".
Kemudian seperti yang dipertanyakan oleh akhina Syafii K-link:
Sholat yang bagaimana yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar? Kami segenap anggauta musyawirin MTTM memiliki pandangan dan kesimpulan berdasar literatur yang kami jadikan sebagai referensi bahwa sholat yang bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar adalah sholat yang dilakukan dalam bentuk sesempurna mungkin. Perlu diketahui bahwa didalam sholat terdapat pekerjaan yang bersifat dhohir (jelas) dan bersifat batin sedang sholat itu tidak ada nilainya bagi Allah sehingga hal-hal yang bersifat dhohir dan batin yang terdapat didalam sholat dilaksanakan sebaik mungkin. Adapun hal yang bersifat dhohir didalam sholat yaitu rukun-rukun sholat serta etika didalam sholat seperti berdiri, bacaan didalam sholat, ruku', sujud, tasbih dan lain-lain. Sedangkan hal yang bersifat batin didalam sholat yaitu menghadap kehadirat Allah dengan niat yang ihlas (semata-mata karena Allah) serta dengan segenap hati dan fikiran juga beretika denga etika munajah (menghadap) kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Wallahu a'lam bisshowab.
Dasar Pengambilan (1). Oleh @ Al_Ustadz PrEman Berr Tassbíihh:
بأن
كانت لا خشوع فيها ولا تذكر.فإنها لا تكون سببا فى نهيه عن الفحشاء
والمنكر بل يستمر على ما هو عليه من البعد.لما روى من لم تنهه صلاته عن
الفحشاء والمنكر لم تزده من الله الا بغدا . تفسير الصاوى – 3- 179
Dasar Pengambilan (2). Oleh @ Ibnu Malik:
واعلم
ان للصلاة صورة ظاهرة وحقيقة باطنة ولاتكون للصلاة قيمة حتى يقيم صورتها
وحقيقتها كما ينبغي فاما صورتها فهي الاركان والاداب الظاهرة من القيام
والقرائة والركوع والسجود والتسبيح ونحوها واما حقيقتها فهي الحضور مع الله
والاخلاص النية والقصد لله والاقبال بكنه الهمة على الله تعالى وجميع
القلب عليه وان يكون فكرك مقتصرا على صلاتك فلا تحدث نفسك بغيرها وتكون
متاءدبا باداب المناجة مع الله تعالى . رسالة المعاونة . الجز 1. صفحة 7
Dasar Pengambilan (3). Oleh @ Ibnu Malik:
اتْلُ
مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ
الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ
أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ (45) إِنَّ الصلاة تنهى
عَنِ الفحشآء والمنكر } إذا كان المصلي خاشعاً في صلاته ، متذكراً لعظمة من
وقف بين يديه ، حمله ذلك على التوبة من الفحشاء والمنكر؛ فكأن الصلاة
ناهية عن ذلك. التسهيل لعلوم التنزيل لابن جزي - الجز 1 . صفحة 1420.
Referensi Kitab:
(1). Tafsir Asshowi juz 3. Hal: 179
(2). Risalatul Mu’awanah. Hal: 7
(3). Attashil Liulumit Tanzil Ibnu Juzi. Juz 1. Hal: 134
===============
MUSYAWWIRIN :
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
PENELITI :
1) Ustadz Brojol Gemblung
2) Ustadz Wesqie
3) Ustadz Abdulloh salam
4) Ustadz Mazz Rofii
5) Ustadz Sunde Pati
PERUMUS: Ibnu Malik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar